Home » Info Nasa » Cara Sukses Cepat Panen Lele

Cara Sukses Cepat Panen Lele

Info Perikanan Nasa – Ada beberapa factor yang harus diperhatikan agar lele biar dipanen cepat sejak tebar bibit. Factor-faktor tersebut berhubungan dengan pakan, pemberian suplemen, pola pemberian pakan, pengontrolan, pola terapi, cuaca,  lingkungan, kebersihan air kolam dan lain-lain.

Mari simak penjelasan ini :

Terapi Kolam

  • Isi air setinggi 10 – 15 cm,
  • 5 sendok makan (sm) TON + 5 tutup botol POC NASA dilarutkan dengan air ± 10 liter, aduk sampai rata dan siramkan kekolam secara merata, biarkan ± 10 hari,
  • Tambahkan ketinggian air menjadi ± 35 – 40 cm,
  • 3 sendok makan TON + 3 tutup botol POC NASA larutkan dengan air ± 5 liter dan siramkan kekolam merata, biarkan 1 hari,
  • Cek Ph air kolam, (klik di sini)
  • Masukkan bibit lele,
  • Setiap 1 minggu sekali kolam diterapi dengan cara, diberi larutan 2 sendok makan TON + 2 tutup botol POC NASA, dilarutkan dengan air ± 5 liter.

Jenis Pakan

Dalam usaha pembesaran, biasanya pembudidaya memberikan dua jenis pakan, yaitu :

  • Makanan Pokok

    Berupa pelet ikan tipe : FF999, 781-SP, 781-2, dan 781

  • Makanan Alternatif
  1. Keong mas dan Bekicot,
    Keong mas dan bekicot mengandung protein yang tinggi dan sangat baik untuk memacu pertumbuhan lele. Keong mas dan bekicot merupakan hama dan sekaligus musuh petani. Sebelum diberikan ke lele, cangkang keong mas atau bekicot harus dipecah, kemudan dagingnya dipisahkan dari cangkang tersebut. Agar pemberian pakan merata, sebaiknya cincang daging bekicot atau keong mas terlebih dahulu sebelum diberikan ke lele. Tebarkan daging tersebut secara merata ke dalam kolam pembesaran. Ukuran bibit lele yang sudah bisa diberi pakan tambahan yakni sebesar jari kelingking.
  1. Limbah Peternakan,
    Ayam mati tidak bisa langsung diberikan ke lele. Ayam harus dibakar hingga bulunya habis. Setelah itu, ceburkan ayam ke dalam kolam. Lele akan segera memakan santapan tersebut hingga habis. Pemberian pakan ini tidak boleh melebihi kebutuhan lele. Sisa pakan yang berlebih bisa mencemari dan mengotori air kolam. Kolam yang kotor mengundang tumbuhnya berbagai bibit penyakit.
  1. Limbah Pemotongan Hewan,
    Ada dua macam limbah pemotongan hewan yang bisa diberikan ke lele, yaitu darah dan jeroan hewan. Darah hewan sangat baik untuk pertumbuhan bibit lele karena mengandung gizi yang tinggi. Darah hewan yang bisa diambil di antaranya darah kambing, darah sapi, atau kumpulan darah ayam potong. Sebelum diberikan, darah tersebut harus direbus hingga beku atau menggumpal (marus). Namun, pemberian marus ini agak riskan, karena air cepat kotor. Karena itu, marus harus dicampur dengan pakan utama berupa pelet yang diseduh dengan air panas. Selain darah, jeroan ayam potong juga bisa diberikan sebagai pakan lele. Limbah pemotongan hewan ini bisa diperoleh di tempat pemotongan hewan atau ayam potong.
  1. Limbah Ikan dan Sisa Tangkapan Nelayan
    Jika lokasi usaha budidaya lele dekat dengan pantai, pembudidaya lele dapat memanfaatkan ikan sisa tangkapan nelayan yang sudah tidak layak lagi dikonsumsi oleh manusia. Ikan tersebut bisa langsung diberikan ke lele. Namun, jika ukurannya cukup besar, sebaiknya cincang terlebih dahulu.

Pemberian Suplemen

Sama seperti pada usaha pembenihan, usaha pembesaran lele juga memerlukan suplemen untuk meningkatkan selera makan lele. Suplemen yang digunakan berupa TON, POC NASA, HORMONIK, VITERNA, TANGGUH PROBIOTIK, yang dicampurkan dengan pelet.

  • Terapi Pakan
    Proses pencampuran dengan produk NASA :
    POC NASA + VITERNA + HORMONIK dioplos menjadi satu, misal ditempatkan dalam botol,
    – Setiap 1 kg pakan dicampur dengan 1 tutup botol oplosan tersebut,
    – 1 tutup dilarutkan dengan air ± ½ liter lalu campur dengan pakan dan diaduk-aduk sampai merata,
    – Selanjutnya diamkan dan dianginkan agar meresap (± 5 menit),
    – Siap disajikan.

Pola Pemberian Pakan

Pada dasarnya pola pemberian pakan untuk usaha pembesaran lele sama dengan pola pemberian pakan pada usaha pembenihan. Namun, jenis pakan dan porsinya yang berubah karena disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan lele. Makin besar lele, makin banyak pakan yang dibutuhkan. Umumnya, lele cukup diberi makan 3-4 kali sehari, yakni pada pagi (0.00-09.00), sore (16.00-17.00) dan malam hari (20.00-22.00).

Pengurasan Kolam

Pengurasan tidak perlu dilakukan setiap hari, cukup setiap 5 – 20 hari sekali hingga waktu panen (lihat kondisi air), karena secara fisik lele sudah kuat dan mempunyai daya tahan yang tinggi. Tahapan kerja dalam pengurasan kolam pembesaran sama halnya dengan tahapan pengurasan kolam pada usaha pembenihan.
Gunakan TON atau Tangguh Probiotik untuk terapi air kembali normal setelah dikuras.

Jumlah Pakan Yang Diberikan

Tidak ada petunjuk ang jelas mengenai berapa banyak makanan yang harus diberikan untuk seekor lele dalam satu hari. Namun, pakan yang diberikan tidak boleh kurang dari 10% berat tubuh ikan. Bila kita bicara pembesaran lele, semakin sering diberi makan, secara logika lele akan semakin cepat besar. Artinya pemberian pakan harus sesering mungkin, tetapi jangan berlebihan. Pemberian pakan yang terlalu sering berisiko terhadap kecepatan keruhnya air. Akibatnya, kolam harus sering dikuras dengan mengganti sebagian air. Namun, jika sumber air berasal dari saluran irigasi yang dialirkan melalui pipa ke dalam kolam terpal, airnya tidak perlu diganti hingga panen.

Pengontrolan

Pengontrolan dalam usaha pembesaran lele sama fungsinya dengan pengontrolan yang dilakukan dalam usaha pembenihan, yaitu untuk memastikan apakah usaha pembesaran lele yang kita lakukan berjalan sesuai dengan rencana atau tidak. Ada kendala dan masalah atau tidak. Jika ada masalah, baik itu menyangkut ikan, pakan, air, dan kolam, tindakan apa yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Pengontrolan bersifat wajib, jika kita menginginkan usaha yang sukses. Jangan berharap untung besar, jika lele kekurangan pakan, airnya kotor, atau kolam bocor. Ketekunan Anda sangat dibutuhkan dalam usaha budidaya ini.

Penyortiran Ulang

Lele di kolam pembesaran harus disortir secara berkala. Adapun selang waktu penyortiran setiap 10 hari atau 2 minggu sekali. Tujuannya, untuk menjaga agar perolehan makanan seimbang dan ukuran lele yang dipelihara seragam. Penyortiran diperlukan karena pertumbuhan lele tidak sama. Ada yang cepat besar dan ada yang pertumbuhannya lambat alias kuntet. Jika kondisi ini dibiarkan, ukuran lele yang dihasilkan tidak seragam yang berpengaruh terhadap harga jual lele.

Ukuran yang tidak seragam merupakan ancaman bagi lele yang berukuran lebih kecil. Jika kekurangan makanan, lele yang bongsor bisa memangsa lele yang lebih kecil. Kondisi ini tentunya akan berdampak langsung terhadap jumlah panen.

Untuk mencegah kanibalisme, lele harus disortir. Hasil sortir dipindahkan ke kolam pembesaran terpisah sesuai dengan ukuran lele. Pada prinsipnya proses penyortiran untuk usaha pembesaran hampir sama dengan proses penyortiran dalam usaha pembenihan, hanya selang waktunya agak lebih lama. Selain itu, ukuran baskom yang digunakan juga berbeda, seiring pertumbuahan bibit.

Berikut ini tahapan penyortiran dalam usaha pembesaran lele :

  • Siapkan peralatan sortir, berupa slang, serokan, baskom sortir, dan baskom penampungan.Kurangi air kolam menggunakan slang dengan bantuan mesin sirkulasi, hingga ketinggian air mencapai 5 cm.
  • Serok lele menggunakan serokan kain, lalu tuangkan ke dalam baskom sortir yang ditempatkan persis di atas baskom penampungan. Lele yang disortir akan tertinggal di dalam baskom sortir, sedangkan lele yang tidak lolos sortir akan berada di baskom penampungan.
  • Pindahkan lele di baskom sortiran ke dalam baskom penampungan hasil sortir. Kembalikan lele di baskom penampungan ke kolam pemeliharaan semula. Sementara itu, lele hasil sortir dipindahkan ke kolam pembesaran lainnya.

Cuaca Dan Lingkungan

Cuaca dan lingkungan juga merupakan faktor penentu keberhasilan dalam berbudidaya, curah hujan misalnya, dapat mempengaruhi tingkat keasaman dan kebasahan air kolam atau ph air kolam. Segera Cek ph air kolam untuk secara cepat menetralisir tingkat keasaman dan kebasahan air kolam.

Demikian informasi yang dapat kami persembahkan, jangan panik ketika budidaya lele anda banyak yang mati, banyak faktor yang menyebabkan lele mati. Semoga dengan teknik Manajemen Cara Lele Panen cepat ini dapat menuju keberhasilan anda dalam beternak lele.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *