Home » Tanya Jawab » Hama & Penyakit » Hama, Penyakit Dan Pengendalian Pada Tanaman Kubis – Nasa

Hama, Penyakit Dan Pengendalian Pada Tanaman Kubis – Nasa

Tanaman kubis sangat bagus tumbuh di dataran tinggi.Sehingga faktor teknik budidaya dan hama serta penyakit tanaman kubis yang mungkin masih banyak para petani kubis yang belum memahaminya, sehingga banyak petani yang enggan untuk menanamnya. Akan kami kupas mengenai hama dan penyakit tanaman kubis serta teknik penanggulangannya dengan menggunakan Pupuk Organik Nasa dan Pestisida Organik Nasa yang telah terbukti mampu membantu para petani untuk meningkatkan produksi hasil panen kubis.
Adapun hama dan penyakitnya sbb :

HAMA

Ulat tritip/ulat daun ( Plutella xylostella )

  • Gejala : Ulat tritip memakan bagian bawah daun sehingga tinggal epidermis bagian atas saja. Ulatnya kecil kira-kira 5 mm berwarna hijau. Jika diganggu akan menjatuhkan diri dengan menggunakan benang. Ulat ini cepat sekali kebal terhadap satu jenis insektisida.
  • Pengendalian :
  1. Dengan mematikan ulat tritip yang ada pada tanaman kubis.
  2. Untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 5 hari sekali.
  3. Apabila Tanaman sudah terkena hama ulat tsb lakukan penyemprotan produk nasa yang berupa Natural Pentana dan lakukan penyemprotan di sore hari.

Ulat krop/jantung kubis ( Crocidoomia binotalis )

  • Gejala : Sering menyerang titik tumbuh sehingga disebut sebagai ulat jantung kubis. Ulatnya kecil berwarna hijau lebih besar dari ulat tritip, jika sudah besar garis-garis coklat. Jika diganggu agak malas untuk bergerak. Berbeda dengan ulat tritip yang telurnya diletakkan secara menyebar, ulat jantung kubis meletakkan telurnya dalam satu kelompok.
  • Pengendalian :
  1. Dengan mematikan ulat  yang ada pada tanaman kubis.
  2. Untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 5 hari sekali.
  3. Apabila Tanaman sudah terkena hama ulat tsb lakukan penyemprotan produk nasa yang berupa Natural Pentana dan lakukan penyemprotan di sore hari.

Ulat Grayak ( Spodoptera Litura )

  • Ulat grayak juga mau menyerang kubis.
  • Pengendaliannya :
  1. Dengan mematikan ulat yang ada pada tanaman kubis.
  2. Untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup/tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 5 hari sekali.
  3. Apabila Tanaman sudah terkena hama ulat tsb lakukan penyemprotan produk nasa yang berupa Natural Pentana dan lakukan penyemprotan di sore hari.

Ulat Tanah (Agrotis Ipsilon)

  • Gejala : Ulat berwarna hitam. Gejala kerusakan yang ditimbulkan ialah terpotongnya tanaman kubis yang masih kecil.
  • Pengendalian
  1. Membongkar tanah secara berhati-hati disekitar tanaman yang terpotong.
  2. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa dicampurkan pupuk kimia dasar yang biasa dipakai. Pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat.
  3. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah difermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu, cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio dicampurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan aekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman kubis yang mau ditanamkan.
  4. Untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup/tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 5 hari sekali.

PENYAKIT

Akar Pekuk  ( Plasmodiophora brassicae Wor )

  • Gejala :
  1. Adanya bintil-bintil atau kelenjar yang tidak teratur yang selanjutnya bersatu menjadi bengkakan memanjang yang mirip batang (gada)
  2. Rusaknya jaringan akar menyebabkan jaringan pengangkutan terganggu sehingga tanaman menjadi merana, daun-daunnya berwarna hijau kelabu, dan lebih cepat layu daripada daun yang biasa
  • Pengendaliannya :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa Super Nasa dicampurkan pupuk kimia dasar yang biasa dipakai. Pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat. Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 ) tutup/tangki,lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah difermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu, cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio dicampurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan aekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman kubis  yang mau ditanamkan.

Bercak Daun Alternaria (Alternaria brassicae) Sacc

  • Gejala :
  1. Pada daun terdapat becak-becak kecil berwarna kelabu gelap pada daun, yang meluas dengan cepat sehingga menjadi becak bulat mencapai diameter 1 cm.
  2. Pada cuaca lembab tampak sebagai bulu-bulu halus kebiruan di pusat becak.
  3. Didalam becak terdapat cincin-cincin sepusat. Pada tangkai, batang, dan polongan (buah) becak berbentuk garis.
  4. Penyakit lebih banyak terdapat  pada daun-daun tua. Jika pada daun terdapat banyak becak, daun akan cepat mati sehingga produksi akan terpengaruh.
  • Pengendaliannya :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa Super Nasa dicampurkan pupuk kimia dasar yang biasa dipakai. Pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat. Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 ) tutup/tangki, lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah difermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu, cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio dicampurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan aekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman kubis yang mau ditanamkan.
  3. untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup/tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 5 hari sekali.

Penyakit Busuk Hitam

  • Gejala :
  1. Mula-mula di tepi daun terdapat daerah-daerah yang berwarna kuning atau pucat, yang kemudian meluas ke bagian tengah. Didaerah ini tulang-tulang daun berwarna coklat tua atau hitam dan bisa masuk ke dalam batang.
  2. Jaringgan helaian daun yang sakit mengering menjadi seperi selaput, dengan tulang-tulang daun berwarna hitam.
  3. Umumnya penyakit mulai dari daun-daun bawah dan dapat menyebabkan gugurnya daun satu per satu.
  • Pengendaliannya :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa Super Nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa dipakai. Pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat. Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 ) tutup/tangki, lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah difermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu, cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio dicampurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan aekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman kubis  yang mau ditanamkan.
  3. untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup/tangki semprot dan lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 5 hari sekali.

Penyakit Busuk Basah

  • Gejala :
  1. Gejala yang umum adalah busuk basah, berwarna coklat atau kehitaman, pada daun, batang dan umbi.
  2. Pada bagian terinfeksi mula-mula terjadi becak kebasahan. Becak membesar dan mengendap (melekuk), bentuknya tidak teratur, berwarna coklat tua kehitaman.
  3. Jika kelembaban tinggi, jaringan yang sakit tampak kebasahan, berwarna krem atau kecoklatan, dan tampak agak berbutir-butir halus.
  4. Disekitar bagian yang sakit terjadi pembentukan pigmen coklat tua atau hitam.
  • Pengendaliannya :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa Super Nasa dicampurkan pupuk kimia dasar yang biasa dipakai. Pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat.Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 ) tutup/tangki, lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan aekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman kubis  yang mau ditanamkan.
  3. untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup/tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 10 hari sekali.

Penyakit Kaki Hitam

  • Gejala :
  1. Kanker memanjang pada pangkal batang, mula-mula berwarna coklat muda, kemudian mejadi kehitaman, yang sering dikelilingi oleh batas berwarna ungu.
  2. Dibagian tengah luka terdapat titik-titik hitam yang terdiri dari piknidium jamur penyebab penyakit.
  3. Kanker dapat meluas sehingga batang bergelang.
  4. Bagian dalam batang busuk kering berwarna coklat.
  5. Mula-mula terdapat becak warna pucat dengan batas kurang jelas yang menjadi becak bulat dengan warna kelabu ditengah.
  6. Daun-daun yang layu biasanya tetap bergantung pada tanaman, sedangkan daun-daun yang masih segar sering mempunyai tepai berwarna kemerahan.
  7. Pada tanaman penghasil benih, penyakit dapat timbul pada polongan (buah), dan biji yang terinfeksi menjadi keriput.
  8. Perakaran yang sakit akan rusak sedikit demi sedikit sehingga tanaman menjadi layu dan kemudian mati.
  • Pengendaliannya :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat.Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 ) tutup/tangki, lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu, cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan aekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman kubis  yang mau ditanamkan.
  3. untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot, lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 5 hari sekali.

Demikian info yang dapat kami persembahkan untuk meningkatkan hasil panen anda dan terhindar atau cara pengendalian hama dan penyakit dari kami nasa. Sukses selalu untuk Anda.

2 komentar pada “Hama, Penyakit Dan Pengendalian Pada Tanaman Kubis – Nasa

    • Semangat Pagi…

      Terimakasih atas pertanyaanya,

      Untuk mengatasi daun cabe yang keriting adalah:
      7 tutup pestona, 2 tutup pentana, 1 sachet greenstart dan 2 tutup botol hormonik, aduk rata dan campurkan ke dalam tangki semprot 15 liter air.

      Semoga menjadi solusi yang terbaik…
      Terimakasih,
      Sugeng Nasa
      Order : 082136889954 (wa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *