Home » Info Nasa » Limbah Pasar Dan Kotoran Sapi Menjadi Pakan Alternatif Lele

Limbah Pasar Dan Kotoran Sapi Menjadi Pakan Alternatif Lele

Semakin tingginya permintaan pakan buatan untuk ikan lele maka semakin hari harga pakan pellet semakin tinggi saja. Harga pakan pellet dipasar dengan kadar protein 28-30% memiliki harga kisaran  Rp 240.000,-/sak (30kg) sedangkan pakan pellet dengan kandungan protein 31-33% dipatok harga Rp 270.000,-/sak (30kg). Mahalnya harga pakan ikan lele membuat para peternak lele berpikir ulang berkali-kali untuk budidaya lele. Oleh karena itu harus betul-betul pandai dalam management pakan lele. Jika 100% pakan beli dari toko pertanian. Maka perlu dilakukan manajemen pakan untuk mengurangi biaya pakan lele. Dengan pembuatan pakan alternatif dari limbah pasar.

Bahan yang dapat menjadi Pakan Lele dari Limbah pasar :
  1. Limbah ikan di pasar
  2. Usus/jeroan ayam
  3. Bekicot / keong mas
  4. Kotoran sapi

Pada point 1-3 di atas, semuanya dapat diberikan secara langsung tanpa melalui proses hingga menjadi pakan siap pakai. Sedangkan kotoran sapi (Tletong) harus melalui beberapa tahapan agar bisa menjadi pakan yang memiliki kadar protein yang cukup untuk lele. Berikut akan akan diuraikan cara pembuatan pakan alternatif dari kotoran sapi.

Cara Membuat Pakan Alternatif dari Kotoran Sapi (Tletong) :

  • Ambil limbah kotoran ternak/sapi kira-kira 10 – 25 kg
  • Masukkan 10 tutup botol Tangguh Probiotik Nasa yang merupakan probiotik khusus lele ke limbah kotoran sapi
  • Tutup rapat dalam wadah kedap udara (untuk mempercepat proses penguraian, penyatuan semua zat/kandungan atau inilah yang disebut fermentasi)
  • Setelah minimal 24 jam beri lubang untuk udara masuk biarkan selama minimal 3 hari semakin lama semakin bagus (setelah 3 hari lebih akan keluar cacing)
  • Pakan sudah jadi dan siap diberikan ke lele

Untuk mempercepat proses penguraian kotoran ternak, dapat juga diberi tambahan berupa ampas kelapa, air beras, air kelapa, atau kulit buah-buahan sesuai dengan ketersediaannya ditempat masing-masing.

Demikian informasi yang dapat kami persembahkan, semoga bisa menjadi bahan acuan untuk pakan alternatif budidaya lele anda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *