Home » Tanya Jawab » Hama & Penyakit » Pengendalian Penyakit Keriting Daun (Thrips) Pada Tanaman Cabai/Cabe

Pengendalian Penyakit Keriting Daun (Thrips) Pada Tanaman Cabai/Cabe

Penyakit keriting daun pada tanaman cabai telah menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi petani, karena tanaman cabai yang terserang virus akan merusak klorofil daun dan berakibat pada terganggunya pertumbuhan dan menurunnya produksi bahkan tanaman akan mati secara perlahan. Apalagi dengan pemakaian Pupuk Organik Nasa dan Pestisida Organik Nasa yang sudah banyak para petani cabe membuktikan bahwa mampu menahan atau mengendalikan penyebaran hama thrips pada tanaman cabe.

Hama Thrips Yaitu:

  • kutu / serangga berwarna putih,
  • panjang tubuh lebih kurang 1 mm,
  • serangga ini tergolong kecil namun dapat dilihat dengan mata telanjang,
  • hama ini pemangsa segala jenis tanaman.

Penyebabnya adalah kutu menyerang tanaman muda secara bergerombol, daun yang terserang akan mengerut dan melingkar, cairan manis yang dikeluarkan kutut membuat semut dan embun jelaga berdatangan. Embun jelaga warna hitam sering menandakan serangan kutu thrips sedeng berlangsung.

Gejala Serangan Hama Thrips/Kutu Putih:

  • Adanya strip-strips pada daun dan berwarna keperakan seperti noda akibat dimakan kutu thrips, kemudian warna tersebut berubah menjadi coklat muda,
  • Adanya kutu thrips pada bagian bawah daun dan mudah terlihat disaat pagi hari atau sebelum terik hari, kutu thrips pada saat terik hari akan sembunyi disela-sela daun sehingga kurang terlihat.

Hama kutu thrips merupakan sebagai carrier atau pembawa virus yang menyebabkan penyakit keriting daun pada tanaman cabai, apabila tanaman telah terserang virus yang dibawa oleh kutu thrips maka penanggulangan akan sulit karena tidak ada obat kimia yang dapat mengatasi, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencabut batang dan dimusnahkan dengan cara dibakar.

Gejala Serangan Virus Yang Dibawa Kutu Thrips:

  • Bercak kuning di atas permukaan daun, perlahan meluas hingga seluruh permukaan daun menguning,
  • Bentuk daun menjadi lebih kecil dari ukuran normal,
  • Daun melengkung dan kaku,
  • Daun terlihat keriting,
  • Setelah kuning daun sebagian besar rontok,
  • Di bawah permukaan daun terdapat hama/kutu berwarna putih,
  • Daun tanaman cabai menguning, keriting dan kerdil akibat penyakit keriting daun.

Pengendalian Secara Kultur Teknis:

  • Dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman atau tidak menanam cabai secara bertahap sepanjang musim.

Pengendalian Dan Pencegahan Menggunakan Produk Nasa:

  • Penggunakan Produk Nasa yang berupa Natural Glio yang telah difermentasikan dengan pupuk kandang dari sebelum tanam,
  • Olah tanah yang baik dari tanaman sebelum tanam dengan menggunakan Produk Organik Nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai sampai tanaman selesai panen,
  • Adapun Pupuk Organik Nasa yang di pakai adalah POC NASA + SUPER NASA + HORMONIK,
  • Pemakaian Produk Nasa yang berupa Power Nutrition setelah panen cabai kedua,
  • Penyemprotan Pestisida organik Nasa yang berupa Pestona, Pentana dan pelekat perata pembasah  Aero-810 dari awal tanam sampai panen, dengan interval 5 – 7 hari sekali.

Semoga informasi yang kami persembahkan ini bisa mengatasi segala penyakit untuk budidaya tanaman cabe anda dan sukses selalu untuk Anda.

7 komentar pada “Pengendalian Penyakit Keriting Daun (Thrips) Pada Tanaman Cabai/Cabe

  1. Berepa isi kemasan poc nasa, super nasa dan harmonik dan berapa harga setiap product
    Bagaimana cara aplikasi dan jumlah yg dipakai.
    Jika kita pakai pupuk nasa ini apakah masih harus digunakan juga pupuk kimia juga utk petisidanya.
    Saya baru tanam cabenya kmrn

    • Selamat malam…
      Semoga Anda selalu diberi kesehatan..
      Baik gan, kami jawab pertanyaan Anda.
      Isi kemasan :
      Poc Nasa : 250 cc, 500 cc, 3 liter.
      Supernasa : 250 gr, 3 kg.
      Hormonik : 100 cc, 500 cc.
      Untuk aplikasi ambil 10 cc dari poc nasa dan hormonik kemudian campurkan sebanyak 14 liter air atau 1 tengki semprot dan semprotkan.
      Untuk Supernasa bisa disemprotkan bersama poc nasa dan hormonik atau ditebar bersama pupuk npk yg biasa dipakai di daerah Anda.
      Untuk pestisida produk nasa yang digunakan adalah pestona, pentana yg dicampur dengan pelekat perata pembasah Aero 810.
      Untuk anti jamurnya gunakan GLIO.
      Ke depan jika Anda aplikasikan pupuk organik nasa terus menerus maka penggunaan pupuk kimia terkurangi bahkan tidak pakai lagi pupuk kimia.
      Oleh karena itu disarankan agar memakai supernasa granule yang kandunganya 1 kantong 10 kg supernasa granule sama dengan 1 kwintal kohe.
      Semoga informasinya bisa membantu,
      Dan Sukses selalu untuk anda..
      Sugeng Nasa,
      HP: 0821-3688-9954
      HP : 0818-0933-2885
      HP : 0858-7883-5685
      BBM: 5D49BB94

    • Terimakasih atas pertanyaanya, kami coba menjawab.
      Jadi untuk mencegah rontok bunga dan memperlebat buah aplikasikan Super Nasa dan Powernutrition.
      Sedangkan untuk mencegah keriting daun aplikasikan Pentana bersama dengan POC Nasa Dan Hormonik atau Greenstar.
      Semoga bisa menjadi solusi yang terbaik.
      Silahkan Orderanya..

  2. Bagaimana cara mengatasi bercak daun dan daun menguning…
    Obat apa yg harus digunakan
    Serta dosis’y..

    • Terimakasih atas pertanyaanya..
      Saya belum tahu banyak dengan informasikan yang Anda berikan..
      Tapi biasanya daun menguning karena kurang nutrisi pada tanaman sedangkan bercak daun disebabkan oleh hama
      Di produk nasa aplikasikan Supernasa, Poc Nasa dan Hormonik untuk nutrisi tanaman sedangka untuk pengendali hama gunakan Naturan Pentana, BVR plus pelekatnya Aero 810.
      Semoga menjadi solusi yang terbaik.

      Hormat kami,
      Sugeng Nasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *